Pestisida organik dari buah paria (pare) merupakan salah satu solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, khususnya pada sistem pertanian organik. Pemanfaatan buah paria, termasuk sisa panen atau buah yang sudah membusuk, tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga menghasilkan pestisida nabati yang efektif, aman, dan berkelanjutan.
Melalui proses fermentasi, buah paria menghasilkan berbagai senyawa bioaktif alami yang berfungsi sebagai insektisida dan fungisida. Senyawa-senyawa ini bekerja secara alami tanpa meninggalkan residu berbahaya, sehingga sangat cocok diaplikasikan pada tanaman yang menggunakan pemupukan organik seperti biochar murni, liquid smoke, dan pupuk organik cair (POC).
Kandungan Aktif Hasil Fermentasi Buah Paria
Fermentasi buah paria menghasilkan dua kelompok utama senyawa aktif, yaitu senyawa pembasmi serangga dan senyawa pengendali jamur serta kutu putih.
1. Kandungan yang Membunuh Ulat dan Serangga
Terdapat tiga senyawa utama yang berperan dalam pengendalian ulat dan serangga, yaitu:
Momordicin
Merupakan senyawa pahit khas paria yang sangat tidak disukai serangga. Momordicin bekerja dengan cara mengganggu sistem pencernaan ulat sehingga serangga berhenti makan dan mati dalam waktu relatif singkat.
Alkaloid
Alkaloid bersifat toksik ringan bagi serangga. Senyawa ini memengaruhi sistem saraf dan metabolisme hama, menyebabkan ulat dan serangga menjadi lemas, tidak aktif, lalu mati dalam waktu 1–3 hari setelah aplikasi.
Saponin
Saponin bekerja sebagai racun kontak dengan merusak lapisan pelindung tubuh serangga. Akibatnya, serangga mengalami dehidrasi dan kehilangan keseimbangan metabolisme.
Ketiga senyawa ini secara sinergis mampu menekan populasi ulat dan serangga secara efektif, bahkan dapat terlihat hasilnya dalam waktu sekitar satu hari setelah pengaplikasian.
2. Kandungan yang Membunuh Jamur dan Kutu Putih
Selain serangga, fermentasi buah paria juga efektif untuk mengendalikan jamur dan kutu putih melalui tiga senyawa berikut:
Flavonoid
Flavonoid bersifat antijamur dan antibakteri. Senyawa ini menghambat pertumbuhan spora jamur dan memperlambat penyebarannya pada permukaan daun.
Fenolik
Senyawa fenolik mampu merusak dinding sel jamur dan mengganggu aktivitas enzim patogen, sehingga jamur tidak dapat berkembang.
Triterpenoid
Triterpenoid bekerja dengan menghambat metabolisme jamur dan kutu putih, menyebabkan patogen melemah dan mati secara bertahap.
Cara Pembuatan Pestisida Organik Buah Paria
Pestisida ini dirancang agar kompatibel dengan sistem pertanian organik. Adapun bahan yang digunakan adalah:
-
5 kg buah paria yang sudah dibersihkan
-
5 liter air
-
1 liter molase
-
EM4 sebanyak 100 ml
Langkah pembuatan:
-
Campurkan buah paria, air, molase, dan EM4 ke dalam satu wadah.
-
Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
-
Tutup wadah dan simpan di tempat teduh.
-
Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 9–12 hari.
-
Fermentasi dinyatakan berhasil apabila cairan mengeluarkan bau asam manis seperti tape.
Cara Pengaplikasian dengan Liquid Smoke
Agar proses pembasmian hama lebih cepat dan efektif, hasil fermentasi buah paria dapat dikombinasikan dengan liquid smoke. Kombinasi ini memberikan efek ganda, yaitu racun nabati dan daya tolak hama.
Dosis aplikasi:
-
15 ml cairan fermentasi pare
-
5 ml liquid smoke
-
1 liter air
-
1–2 ml sabun cair alami sebagai perekat
Semua bahan dicampur dan diaduk hingga rata, kemudian disemprotkan ke tanaman pada sore hari. Penyemprotan dilakukan satu kali dan hasilnya diamati. Jika hama masih membandel, penyemprotan dapat diulang satu kali lagi dengan jarak 2 hari setelah aplikasi pertama.
Pestisida organik dari fermentasi buah paria merupakan alternatif efektif dan ramah lingkungan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan memanfaatkan bahan lokal dan limbah pertanian, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sekaligus menjaga kesehatan tanah, tanaman, dan lingkungan.
