Kontak Kami : info@pezano.org +62 821-3433-0831

Apa Perbedaan Asam Humat VS Biochar Yang Merupakan Pembenah Tanah ?

oleh : ErniSulistiowati

14-Feb-2026

Dalam praktik pertanian berkelanjutan, pembenah tanah menjadi kunci untuk meningkatkan kesuburan, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung produktivitas tanaman. Dua bahan yang sering digunakan adalah asam humat dan biochar. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai pembenah tanah, tetapi memiliki karakteristik, cara kerja, dan durasi efek yang sangat berbeda. Secara sederhana, asam humat bekerja relatif cepat - bahkan bisa terlihat dalam waktu sekitar 7 hari -sedangkan biochar memberikan dampak jangka panjang hingga bertahun-tahun.

Apa Itu Asam Humat?

Asam humat adalah senyawa organik kompleks hasil dekomposisi bahan organik seperti daun, kayu, dan sisa tanaman yang telah terurai dalam waktu lama. Zat ini biasanya diekstraksi dari leonardit, gambut, atau kompos matang.

Karakteristik Asam Humat:

  1. Larut dalam air (terutama dalam kondisi basa) sehingga mudah diaplikasikan melalui kocor atau semprot.

  2. Bekerja cepat, karena langsung berinteraksi dengan akar dan unsur hara di dalam tanah.

  3. Meningkatkan ketersediaan hara, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

  4. Merangsang pertumbuhan akar dan aktivitas mikroorganisme tanah.

Dalam waktu sekitar 7 hari setelah aplikasi, tanaman sering menunjukkan respons seperti daun lebih hijau, pertumbuhan akar lebih aktif, dan kondisi tanaman lebih segar. Hal ini terjadi karena asam humat berfungsi sebagai chelator (pengikat unsur hara), sehingga nutrisi lebih mudah diserap tanaman.

Namun, asam humat relatif cepat terurai oleh mikroorganisme tanah. Artinya, efeknya tidak permanen dan perlu aplikasi ulang secara berkala untuk menjaga manfaatnya.

Apa Itu Biochar?

Biochar adalah arang hayati yang dihasilkan dari pembakaran biomassa (seperti sekam padi, kayu, atau limbah pertanian) melalui proses pirolisis dengan sedikit oksigen. Berbeda dengan arang biasa, biochar dirancang khusus untuk aplikasi pertanian.

Karakteristik Biochar:

  1. Struktur berpori tinggi, seperti spons mikro.

  2. Sangat stabil di dalam tanah, bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

  3. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.

  4. Memperbaiki struktur tanah dan daya simpan air.

Biochar tidak bekerja secepat asam humat. Pada minggu pertama aplikasi, mungkin belum terlihat perubahan signifikan pada tanaman. Namun, dalam jangka panjang, biochar memperbaiki struktur fisik tanah, meningkatkan populasi mikroba menguntungkan, dan menstabilkan unsur hara sehingga tidak mudah tercuci.

Karena stabilitas karbonnya tinggi, biochar juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim dengan mengunci karbon di dalam tanah selama bertahun-tahun.

Perbedaan Utama Asam Humat dan Biochar

Aspek Asam Humat Biochar
Sifat dasar Senyawa organik larut Arang hayati padat
Kecepatan kerja Cepat (± 7 hari terlihat efek) Lambat
Durasi efek Mingguan–bulanan Bertahun-tahun
Fungsi utama Meningkatkan serapan hara Memperbaiki struktur tanah
Stabilitas Mudah terurai Sangat stabil
Perlu pengulangan Ya, rutin Tidak sering

Dari tabel tersebut terlihat bahwa asam humat lebih cocok untuk respons cepat, misalnya saat tanaman mengalami stres atau membutuhkan dorongan pertumbuhan awal. Sebaliknya, biochar lebih cocok untuk investasi jangka panjang dalam memperbaiki kualitas tanah secara menyeluruh.

Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya bukan memilih salah satu, tetapi memahami fungsi masing-masing. Jika tujuan Anda adalah memperbaiki kondisi tanah dalam jangka panjang—misalnya pada tanah berpasir atau tanah miskin bahan organik—biochar adalah pilihan strategis. Namun, jika ingin meningkatkan efektivitas pupuk dan mempercepat respons tanaman dalam waktu singkat, asam humat sangat membantu.

Bahkan, kombinasi keduanya sering memberikan hasil optimal. Biochar menyediakan “rumah” bagi mikroorganisme dan menahan hara, sementara asam humat membantu melarutkan dan mengaktifkan nutrisi yang tersedia. Dalam sistem pertanian berkelanjutan, pendekatan terpadu seperti ini dapat meningkatkan efisiensi pupuk kimia, menekan biaya jangka panjang, dan menjaga kesehatan tanah.

Asam humat dan biochar sama-sama pembenah tanah, tetapi berbeda dalam mekanisme dan durasi kerjanya. Asam humat bekerja cepat dan memberikan efek yang bisa terlihat dalam sekitar 7 hari, namun perlu aplikasi rutin karena mudah terurai. Sebaliknya, biochar bekerja lambat tetapi bertahan lama di dalam tanah, bahkan hingga bertahun-tahun, dengan manfaat utama pada perbaikan struktur dan stabilitas tanah.

Dalam praktik pertanian modern—terutama yang mengarah pada sistem ramah lingkungan—keduanya bukan untuk dibandingkan secara kompetitif, melainkan untuk dimanfaatkan secara sinergis. Dengan memahami perbedaan ini, petani dapat menentukan strategi pemupukan dan pembenahan tanah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Tags : Tips Biochar
Dibaca : 19 kali
Tulisan Yang Sama
Dapatkah Buah Cabai Dijadikan Pestisida Organik?

Cabai dikenal luas sebagai bahan pangan yang memiliki rasa pedas menyengat. Namun di balik...

Pestisida Organik Buah Paria

Pestisida organik dari buah paria (pare) merupakan salah satu solusi ramah lingkungan untuk...

“Biochar dan Petani Mandiri: Menumbuhkan Harapan di Tanah Sendiri”

Pendahuluan Di tengah tantangan perubahan iklim dan menurunnya kesuburan tanah, banyak petani di...


Komentar (0)

Tinggalkan Komentar